Tentang miss kim

kpop lovers. love kyuhyun very much :)

[FF] Cho Kyuhyun Going Crazy Part 1

Title: Cho Kyuhyun Going Crazy Part 1

Author: Septyne Song

Main Cast:

Cho Kyuhyun

Jung Nana

Genre: Romance, Angst

Rating: PG 13

Length: Series

Disclaimer: This fanfic is my own story. The cast bellong to God and their parents, kecuali Kyuhyun itu punya saya #plakk. Bila ada kesamaan judul, nama, tempat, cerita, itu hanya kebetulan semata, mungkin kita sehati kali(?) #gaje. Mind to RCL? 
Happy reading. ^^

A/N: This ff is super duper gaje!

**************************

Cho Kyuhyun Going Crazy Part 1

“Tidak mudah memang mencintai seseorang yang hatinya telah tertambat pada orang lain. Tetapi….. Apalah daya jika hatiku yang menginginkannya?”
Cho Kyuhyun.

“Saat aku melihatmu berpaling, mengapa rasanya sesakit ini? Aku tak sadar jika selama ini kau adalah bagian hidupku. Namun…. Pantaskah orang sepertiku memintamu untuk kembali?”
Jung Nana.

Author pov

“ARGHHHHHHH!” pria ini kini terus berteriak frustasi.
“Agrhhh!” erangnya lagi sambil memukul stir audy hitamnya. Bagaimana tidak? Ia baru saja menyelesaikan syuting di salah satu acara music tv swasta untuk mempromosikan album terbaru idol grupnya. Sexy, Free, and Single…….. Lucu sekali nama album itu. Terkesan seperti sedang……. Mencari jodoh?
Apa mereka ingin cepat-cepat menikah, mengingat usia mereka yang sudah di atas rata-rata anggota boyband?
Hahaha, bisa dipastikan banyak sekali yang akan mendaftar. Termasuk….. Aku tentunya. Okey, abaikan!
Sebenarnya pria ini sudah menolak mentah-mentah perintah eommanya ini karena ia begitu lelah dan ingin beristirahat sekarang JUGA. Tetapi setelah mendapat sebuah ‘ancaman’ dari eommanya ia jadi mengurungkan niatnya tersebut.
“Kalau kau tak mau menjemputnya, akan ku pastikan hideline majalah besok akan penuh dengan artikel ‘Foto memalukan masa kecil Super Junior Kyuhyun menarik perhatian fans dan masyarakat!’”
BIPPP.
Eommanya dengan tidak berperi kesetananan langsung memutus sambungan telepon begitu saja. Pria ini tentu hanya bisa BER-SPEECHLESS-RIA mendapati kelakuan wanita yang telah melahirkannya ini.
“Apakah ada ibu seperti itu di dunia ini?” pikir Kyuhyun. Ya, pria itu….. Cho Kyuhyun, salah satu member boyband dari Korea yang sedang mendunia saat ini. Wajahnya tampan dan kelihatannya dewasa, tingginya hanya kalah dari Choi Siwon –teman satu grupnya-. Hal ini membuat ia tak tampak seperti anggota termuda dalam grupnya, mungkin Kim Kibum atau Kim Ryeowook lah yang lebih pantas untuk disebut magnae. Ditambah, sikapnya yang suka membully hyung-hyungnya. Ia juga tak sopan sama sekali. Tak pernah ia memanggil mereka dengan embel-embel ‘hyung’, terkecuali pada roomatenya, Lee Sungmin. Bahkan, ia punya ‘panggilan sayang’ tersendiri untuk setiap hyungnya. Manis sekali bukan? Apakah ada magnae sekurang ajar dia di grup lain? Jika ada, ku sarankan untuk bergabung bersama Kyuhyun membentuk ‘Persatuan Magnae Kurang Ajar’. Pasti hyung deulnya akan bertambah stres saja! Pasti!

Tak terasa kini Kyuhyun sudah sampai di tempat tujuannya, Incheon Internasional Airport. Peralatan yang biasa ia gunakan saat keluar sudah terpasang sempurna. Ia bergegas memarkirkan mobilnya dan menuju terminal kedatangan luar negeri. Tetapi sebelumnya ia harus mengambil sebuah benda dari bagasi mobilnya.
“Aish! Sungguh memalukan,” sungutnya setelah menemukan benda tersebut. Sebuah banner. Ya, BANNER dengan ukuran yang tidak bisa dibilang kecil dengan warna yang mencolok mata dan bertuliskan WELCOME JUNG NANA!
Saat dalam perjalanan tadi, eommanya mengirimkannya sebuah pesan singkat yang intinya ‘Benda ini akan memudahkanmu untuk menemukannya.’
Memudahkan sih memudahkan, tetapi perlu diingat, ini MEMALUKAN!
“Baiklah eomma, jangan salahkan aku kalau keluarga Cho yang terkenal terhormat, terpandang, dan terevil(?) akan mendapatkan malu karena anaknya yang paling tampan tertangkap basah oleh fans sedang melakukan hal konyol seperti ini,” gumam Kyuhyun sepanjang perjalanan menuju terminal. Setelah sampai, ia buru-buru mengedarkan pandangannya dan mengangkat bannernya tinggi takut-takut gadis yang akan dijemputnya hilang di negeri yang penuh dengan pria-pria tampan ini. Dan tentunya, eommanya tak akan membiarkan ia hidup dengan tenang kalau hal ini sampai terjadi.

“Waaaaaaaaaa!” Kyuhyun terlonjak kaget. Bagaimana tidak? Saat ini ia sedang membayangkan disiksa habis-habisan oleh eommanya yang ratu evil itu karena tak kunjung menemukan gadis itu. Tiba-tiba saja ada tangan yang menepuk pundaknya dari belakang. Kulit putih pucatnya bertambah pucat karena saking takut dan kagetnya. Segera ia membalikkan tubuhnya ke kanan dan mendapati seorang gadis sedang menatap khawatir ke arahnya. Kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya memberi kesan manis di wajahnya.
“Ups, I’m sorry if I surprise you. Aku tak bermaksud. Apakah kau orang yang diperintah Cho ajhumma untuk menjemputku?” tanya gadis itu dengan bahasa Korea yang lumayan fasih dan diakhiri dengan sebuah senyum yang sangat….. manis!
Kyuhun terpana melihat senyumnya. Ia hanya terbengong untuk beberapa saat sambil terus memandang wajah gadis itu.
“Are you okey?” tanya gadis itu lagi melihat kondisi Kyuhyun yang ‘mengkhawatirkan’. Ia menggerak-gerakkan tangannya di depan wajah Kyuhyun. Kyuhyun yang tersadar dari ke-terpesonaan-nya langsung menggeleng-gelengkan kepalanya ke kiri dan kanan. Matanya yang juga tertutup kacamata hitam mengerjap berkali-kali.
‘Ada apa denganmu, Cho Kyuhyun!’ pikirnya dalam hati.
“Yes, I’m okey,” balas Kyuhyun yang kini telah sadar sepenuhnya.
“Ah, syukurlah. Bisakah kita pulang sekarang?,” tanya gadis itu syarat akan kelegaan.
“Ne,” jawab Kyuhyun singkat.

At mobil

Kyuhyun pov

Segera aku lepaskan maskerku setelah berada di dalam mobil. Entah mengapa, udara di sini berubah menjadi begitu panas setelah aku bertemu yeoja ini.
Yeoja ini….. Jincha!!!!!!
Bagaimana bisa aku sampai begitu terpesonanya seperti tadi?
Tetapi, lihatlah…….. Tubuhnya begitu indah seperti gitar spanyol, tinggi semampai sekitar 170 cm, bibirnya semerah cherry dan begitu…………
Aish! Mengapa kau jadi tertular penyakit yadong Monyet itu!
Andwae andwae andwae! Nanti DIA bisa marah kalau ketahuan seperti ini.
Ah iya, hanphoneku? Dimana aku meletakkanya? Barang kali ada pesan atau telepon masuk, mengingat aku ini adalah orang penting(?). Atau mungkin saja, hyunng-hyungku yang kurang waras itu sedang merindukanku. Aku kan satu-satunya magnae mereka yang paling ‘baik’. Hahahaha.
Nah, itu dia handphoneku! Tetapi, mengapa sedang diduduki olehnya?

“Nana-shi, jangan duduki handphoneku,” ucapku. Sok kenal sekali kau, Cho Kyuhyun! Ia bahkan tak tahu namamu.
“Ne?” tanyanya bingung.
“Handphoneku sekarang sedang sekarat karena diduduki yeoja jangkung sepertimu,” ucapku lagi. Lihat, sepertinya ia terkejut mendengar ucapanku. Mata dan mulutnya membulat sempurna seakan berkata ‘Menyebalkan sekali kata-kata orang ini.’
Hahaha, kau hanya belum tahu dengan siapa sebenarnya kau sekarang.
“Oh, mianhae. Aku tidak tahu,” ucapnya sambil memberikan handphone itu padaku.
“Gwenchana,” ucapku datar.
Segera saja aku check iphone hitamku. Tepat sekali dugaanku, mereka sudah merindukanku rupanya. Hihihi.

From: Minnie hyung
Kyu, jangan main-main dengan wanita! Cepatlah pulang ke dorm! :@

Aish, benarkan DIA marah. Ya DIA , Sungmin hyung. Sedikit saja aku melakukan kesalahan atau terlambat pulang ke dorm dia pasti akan marah-marah dan menceramahiku sampai berbusa. Benar-benar sudah seperti kekasihku saja! Apa kau begitu mencintaiku, hyung?
Haahhhh, tidak mudah memang menjadi pria yang dianugerahi wajah super tampan sepertiku! #doeng

To: Minnie hyung
Bagaimana kau bisa tahu sekarang aku sedang bersama yeoja, hyung? Kau cemburu ya? Oiya, apa kau sedang datang bulan sekarang? Mengapa bertambah galak saja? 😛

SEND.
Ku yakin kini dia sedang mempoutkan bibirnya setelah membaca balasanku dan dapat dipastikan wajahku yang tampan ini akan diterpa ‘badai lokal’ setibanya di dorm nanti. Tanpa sadar aku senyum-sennyum sendiri membaca smsku, mana ada pria yang datang bulan? Hahaha.
Dari ekor mataku, ku lihat yeoja itu –Nana- sedang memandang aneh ke arahku.
‘Yak! Neo paboya!’ rutukku dalam hati. Aku tak ingat jika ada orang lain di mobilku. Segera saja aku kembali memasang tampang tengil,ah tidak, maksudku tampang cool-ku.
**********

Tak terasa kini kami sudah sampai di depan gerbang rumah keluargaku.
Siapa dia sebenarnya?
Mengapa eomma sampai memaksaku untuk menjemputnya?
Bahkan dengan teganya sampai mengancamku segala?
Dan, mengapa juga ia harus tinggal di rumah keluargaku?
Apakah ia adalah orang miskin sampai-sampai untuk menyewa sebuah apartement saja tidak mampu?
Ahh, tidak-tidak! Mana mungkin ada sarjana lulusan luar negeri yang semiskin itu?
Dan yang paling membuatku heran adalah……….. Mengapa aku jadi memikirkan itu semua? Aishhhh! Jincha!!!!!!!!
“Terima kasih sudah menjemput dan mengantarku ke rumah Cho ajhumma dengan selamat. Sekali lagi, terima kasih banyak, Pak Supir!” ucapnya lalu membuka pintu mobil dan meninggalkanku begitu saja.

1 detik

2 detik

3 detik

Hatiku begitu mencelos mendengarnya. Bola mataku rasanya ingin keluar saking shock dan tidak percayanya. Apa dia bilang? Pak Supir? PAK SUPIR????!!!! YAK, YANG BENAR SAJA HEY!!!!!!!!!!!!!!!

TBC OR??

Hwahahaha XD *ketawa kyuhyun*
Gaje yah? Maklum deh, authornya abal-abal. u,u
Ini juga baru bikin tapi langsung aku publish. Belum tau deh mau gimana kelanjutannya. *gak ada yang nanya*
Ottokhe ottokhe? ^^
Kritik dan sarannya aku terima dengan lapang dada. :3

[FF] Love of A Friend Part 3

Title: Love of A Friend [Part 3]
Author: Septyne Song
Facebook: Esti Septiani II
Twitter: @GaemestGyu
Main Cast:
Cho Kyuhyun
Song Hyun Mi
Lee Donghae
Other Cast:
Super Junior’s member
Genre: Drama Romance, School Life
Rating: PG 16
Length: Series
Disclaimer: This fanfic is my own story. The cast bellong to God and their parents, kecuali Kyuhyun itu punya saya #plakk. Bila ada kesamaan judul, nama, tempat, cerita, itu hanya kebetulan semata, mungkin kita sehati kali(?) #gaje-_-. Yang gak suka, gak usah baca, gak usah mencela. Maklum, authornya abal-abal. RCL please, happy reading. ^^

*ehm ehm* *celingak-celinguk*
Author balik lagi nih bawa part 3nya.
Gomawo udah mau baca sampe part ini. Sekian dan terima kasih(?)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Hahaha. Atau jangan-jangan kau berharap aku akan menjadi namjachingumu ya?” ledekku sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya. Yeoppo. Ku lihat ia sedikit tersentak lalu menjauhkan wajahnya.
“Jangan sok tahu kau!” ucapnya sambil menginjak kakiku.
“Awwwwwww!” ringisku karena injakannya yang lumayan keras.
“Berani-beraninya kau menginjak kakiku, hah!” kataku lalu……..

Love of A Friend Part 3

Author pov

” Awwwwwww!” ringis Kyuhyun karena injakan Hyun Mi yang lumayan keras di kakinya.
“Berani-beraninya kau menginjak kakiku, hah!” kata Kyuhyun lalu ia menarik tengkuk Hyun Mi cepat dan mendaratkan bibirnya di bibir Hyun Mi.
Hyun Mi hanya bisa mematung di tempatnya saat bibir Kyuhyun perlahan melumat bibirnya. Dadanya berdesir tak karuan dan otaknya seolah menerima ciuman Kyuhyun begitu saja. Ingin rasanya ia menolak, tetapi ia tak bisa menguasai dirinya sendiri walaupun sekedar untuk menjauhkan wajahnya. Ia terbuai dengan kecupan Kyuhyun yang sangat memabukkannya itu. Sesaat ia teringat sesuatu. Ia ingat, ia telah mengingkari janjinya pada sahabat masa kecilnya -yang ia tak ingat siapa dia-, ia -sangat- mengingat janji itu. Tanpa terasa air mata mengalir dari kedua bola matanya.

Flashback

“Bagaimana Hyun Mi, apa kau mau menjadi kekasihku?” tanya seorang namja kecil pada seorang yeoja seumuran yang sedang duduk di ayunan taman.
“Aigo~ Shireo! Kita kan masih kecil, masa sudah pacal-pacalan!” jawab si yeoja.
“Huuuffft” namja kecil tadi hanya bisa menghela nafasnya.
“Bukankah kau menyukaiku?” tanya namja itu lagi yang sukses membuat semburat merah muncul di kedua pipi yeoja yang ditanyai tadi. Sudah jelas bukan jawabnnya?
“Tuh kan, jelas-jelas kau menyukaiku.” kata si namja gemas sambil mencubit pipi si yeoja. Si yeoja hanya bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menyembunyikan rasa malu di hatinya, dan juga untuk menyelamatkan jantungnya yg entah sejak kapan berdetak sangat cepat.
‘Aku tak mau mati muda’ pikirnya.
“Baiklah jika kau tak mau jadi kekasihku sekarang. Tapi kau harus berjanji, kau harus menjadi pengantin wanitaku jika kita sudah dewasa kelak. PENGANTINKU! Ingat itu!” ancam si namja.
“Hmm, baiklah. Aku mau kau kalau yang itu.” jawab si yeoja sambil tersenyum malu-malu.
“Jinja?” tanya si namja tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
Si yeoja hanya mengangguk kecil yang diartikan ‘ya’ oleh si namja.
“Hwaaa~ aku senang sekali~~” teriak si namja sambil lompat-lompat dan tepuk jengkol(?) saking senangnya.
“Hahahahahahahaha”
Si namja menghentikan aktivitasnya saat ia sadar ia tengah menjadi bahan tertawaan anak-anak lainnya. Betapa malu dirinya sekarang. Ia hanya dapat menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia sekarang memilih untuk duduk saja di ayunan yang ada di samping yeoja tadi.
“Oiya, kau harus berjanji satu hal lagi padaku.” Kata si namja.
“Apa?” jawab si yeoja.
“Kau.. tidak boleh membiarkan namja lain menyentuh.. Ini.. selain aku, arra?” kata si namja sambil memegang bibir si yeoja. Bibir yang sangat imut menurutnya. Si yeoja hanya tersenyum dan mengangguk lagi mendengar perkataan si namja.
“Hyaa! Apa yg kalian lakukaaan!” teriak seorang namja kecil lagi yang baru datang sambil membawa tiga buah es krim -untuk mereka bertiga- di tangannya. Terlihat sekali aura cemburu yang keluar dari sorot matanya saat melihat namja itu menyentuh bibir si yeoja.
“Singkirkan tanganmu! Singkirkaaaaaaaann!” kata namja kecil yang baru datang tadi sewot sambil berteriak-teriak dan menghempaskan tangan si namja.
“Kyaa, galak sekali!” kata si namja sambil merengut dan melepaskan tangannya pada bibir Hyun Mi.
“Sudahlah oppa, jangan malah-malah.” kata si yeoja pada namja yg baru datang dan memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’, padahal usia mereka hanya berbeda 10 bulan.
“Aku tidak suka jika ada orang yang menyentuhmu sembarangan.” kata namja yang dipanggil oppa tadi sambil menyerahkan es krim yang dibawanya pada si yeoja.
“Ikan, mana bagianku?” tanya si namja yang dimarahinya tadi sambil menodongkan tangannya.
“Kau beli sendiri sana!” kata namja yang baru datang tadi sambil memasukkan dua es krim sekaligus ke dalam mulutnya –saking kesalnya-. *author gemes >.<

[FF] Love of A Friend Part 2

Title: Love of A Friend [Part 2]
Author: Septyne Song
Facebook: Esti Septiani II
Twitter: @GaemestGyu
Main Cast:
Cho Kyuhyun
Song Hyun Mi
Lee Donghae
Other Cast:
Super Junior’s member
SNSD’s member
Kim Jooeun
Park Hee Gi
Genre: Drama Romance, School Life
Rating: PG 16
Length: Series
Disclaimer: This fanfic is my own story. The cast bellong to God and their parents, kecuali Kyuhyun itu punya saya #plakk. Bila ada kesamaan judul, nama, tempat, cerita, itu hanya kebetulan semata, mungkin kita sehati kali(?) #gaje-_-. Yang gak suka, gak usah baca, gak usah mencela. Maklum, authornya abal-abal. RCL please, happy reading. ^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Mian, aku tidak sengaja.” kata Sungmin dan mencoba membersihkan seragam Donghae lalu ia mengedipkan sebelah matanya pada namja yang tengah memperhatikan mereka dengan menyungginggkan evil smilenya. Tak lupa namja itu, Kyuhyun, juga mengacungan jempolnya sambil berkata “Good job” tanpa suara. Tanpa Kyuhyun sadari ternyata Donghae tak sengaja melihatnya. Matanya memancarkan amarah yang amat besar. “Tunggu pembalasanku, Cho Kyuhyun!” ucapnya dalam hati.

Love of A Friend Part 2

Donghae pov

Aku tak menyangka ternyata kau sepicik ini, Cho Kyuhyun. Kau tak seperti Kyuhyun yang ku kenal dulu. Kyuhyun yang baik hati. Kyuhyun yang selalu tersenyum. Kyuhyun yang peduli dengan sahabatnya, dan masih banyak lagi. Kini bahkan kau seperti memusuhi kami. Apa salahku dan Hyun Mi padamu sampai kau melakukan ini semua? Apa karena kecelakaan bodoh itu? Hey, itu bukan salahmu. Itu semua sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Meskipun menyakitkan, tapi aku yakin ada sesuatu yang indah dibalik semua itu. Bukankah seharusnya kau meminta maaf pada Hyun Mi? Bukan malah menabraknya seperti tempo hari. Dan sekarang kau malah membuat masalah baru denganku. Mana Kyuhyun yang ku kenal dulu? Maaf jika aku melakukan semua ini. Ku rasa kau sudah keterlaluaan, Kyuhyun.

Kyuhyun pov

Tak terasa satu minggu sudah aku menjalani pelajaran tambahan bersama Hyun Mi. Selama itu pula aku tak pernah bersikap baik padanya. Mungkin rasa bersalah yang amat besar pada diriku yang mendorongku untuk melakukan itu semua. Aku merasa sangat malu dan tidak pantas untuk menerima semua perlakuan baiknya padaku.
“Kyuhyun”
“Cho Kyuhyun”
“Cho Kyuhyuuuun” ucap seseorang sambil mengiba-ngibaskan tangannya di depan wajah tampanku.
“Ehh? Ne songsaenim?” kataku tersadar dari kemelut di otakku.
“Apa kau baik-baik saja? Kenapa melamun begitu?” tanya Kibum songsaenim dengan nada khawatir.
“Nan gwenchana. Ada apa songsaenim menghampiriku?” tanyaku to the point.
“Hari ini pelajaran tambahan ditiadakan karena istriku akan melahirkan. Jadi kau bisa belajar sendiri di rumah.” kata Kibum songsaenim yang tak lain adalah guru matematikaku.
“Ne, arraseo.” jawabku seadanya.
“Ah iya, Jangan lupa beri tahu Hyun Mi.” katanya lagi lalu berlalu dari hadapanku.
Sayang sekali hari ini aku tidak bisa bersamamu, Hyun Mi, padahal aku sangat merindukanmu.
Kruweeekkk(?). Ahhh, kenapa perutku tiba-tiba sakit begini? Sepertinya aku harus segera memenuhi panggilan ini sebelum terjadi hal yang tak diinginkan.

Hyun Mi pov

Apakah ini hanya perasaanku saja atau benar mereka semua sedang memandangku? Sepanjang koridor banyak pasang mata yang menatapku dengan tatapan.. tidak senang? Mungkin? Mereka menatapku seolah-olah mereka ingin menerkamku hidup-hidup, sinis sekali. Seperti saat ini, aku sedang di kantin dan mata-mata menyeramkan itu pun tak berhenti untuk menatapku. Ada apa sebenarnya?
“Awwwwww” ringisku saat pantatku mencium lantai dengan mesranya(?).
“Hahahahahahaha” ku dengar seisi kantin menertawaiku. ‘Sial!’
Bukankah dia Im Yoona? Teman klub dance Donghae? Yeoja yang terkenal karena wajahnya yang sangat cantik dan perilakunya yang katanya sangat baik?
“Apa kau tidak punya mata, HAH?” gentaknya. ‘Inikah yang disebut sangat baik?’ batinku.
“Kau yang membuatku terjatuh, iuh!” belaku.
“Lantas, aku harus meminta maaf padamu, HAH?” katanya tepat di depan wajahku.
“Memang seharusnya begitu!” jawabku yang mulai terpancing emosi.
“Cihh! Jangan harap! Aku tak sudi harus meminta maaf pada yeoja murahan seperti dirimu!” katanya lalu pergi dari hadapanku.
“Apa? Murahan?” hatiku mencelos mendengarnya. Apa maksudnya?
“Dasar murahan!”
“Tidak punya malu!”
“Aku bahkan seribu kali lebih cantik darimu!”
“Berani-beraninya kau mendekati Donghae dan Kyuhyun!”
Ku dengar puluhan cacian dilontarkan padaku.
“Apa? Jadi hanya karena aku dekat dengan namja populer di sekolah ini kalian memperlakukanku seperti ini? Hanya karena lelaki?!” kataku lancang dan membuat mereka semakin menatapku marah.
BYUURRRRR. Dapat ku rasakan sesuatu yang dingin menerpa wajahku dan membuat ku jadi basah kuyup. Ku tahan air mata ini agar tak tumpah di depan mereka. Apa kalian pikir aku takut? Sedikit! #gubrak.
“KALIAN MENYEDIHKAN!!!!” teriakku yang membuat seisi kantin yang tadinya ramai karena menertawaiku jadi diam seribu bahasa.
“Hyun Mi-ya gwenchana?” tanya Hee Gi yang baru datang lalu membantuku berdiri dan meninggalkan kantin sialan ini.
“Semuanya tolong maafkan Hyun Mi” samar-samar ku dengar suara Jooeun meminta maaf pada anak-anak di kantin. Untuk apa dia meminta maaf, bodoh sekali.
“Kenapa kalian baru datang?” tanyaku saat Jooeun kembali dari kantin.
“Mianhae. Jeongmal mianhae.” kata mereka yang terdengar penuh akan penyesalan –terlihat jelas dari suara dan raut wajahnya- lalu memelukku. “Aku takut sekali tadi.” ucapku tanpa bisa menahan air mataku lagi dan menangis sejadi-jadinya di pelukan kedua sahabatku ini.

Author pov

“Bukankah itu Kyuhyun? Mau kemana dia?” kata Donghae saat melihat Kyuhyun keluar kelasnya dengan sedikit terburu-buru. Karena penasaran, ia pun mengikuti Kyuhyun yang ternyata menuju ke toilet namja. Saat Kyuhyun memasuki toilet, sebuah ide briliant muncul di kepalanya. Setelah memastikan tak ada yang melihatnya, ia buru-buru mengunci pintu itu dari luar. Tak lupa ia juga mengambil papan yang bertuliskan “PINTU RUSAK”. “Kekekeke. Rasakan kau, Cho Kyuhyun.” kata Donghae sambil cekikikan tak jelas lalu meninggalkan Kyuhyun yang terkunci di dalamnya. Tanpa seorangpun tahu, ternyata Kyuhyun malah tertidur di dalamnya -_-.

Hyun Mi pov

Semua yang terjadi hari ini benar-benar membuat kepalaku sakit. Aku tidak menyangka akan jadi begini. Mereka semua benar-benar syirik denganku. Mereka selalu berusaha mati-matian agar bisa dekat dengan Donghae ataupun Kyuhyun, tapi apapun usaha yang mereka lakukan tak pernah berhasil. Sedangkan aku? Tanpa berusaha pun mereka sudah mendekatiku. Bukankah mereka sangat menyedihkan? Aku tidak salah bicara kan tadi? hahaha. “Hyun Mi” panggil seorang yeoja berambut pirang dan berwajah cantik, kalau tidak salah namanya Jessica. Ia tidak sendiri, ia datang bersama dua orang yeoja yang juga tak kalah cantik. Yang satu berambut pendek blonde dan yang satunya berperawakan tinggi serta memiliki wajah yang innocent. Apalagi ini? Kenapa firasatku berkata akan terjadi hal yang buruk? “Mwo?” jawabku. Bukannya menjawab, mereka malah memandangku dari atas ke bawah disertai tatapan mata yang tak bisa ku artikan. “Ada apa?” tanyaku sekali lagi. Kenapa mereka diam saja? Membuang waktuku saja! Lebih baik aku pergi. Baru dua langkah aku berjalan, langkahku terhenti karena ku rasakan perih dirambutku. “Hyaaa! Apa-apaan ini? Lepaskan!” rontaku sembari mencoba melepaskan jambakan dirambutku. “Lepaskan, Seohyun” kata Jessica pada yeoja berwajah innocent yang menjambak rambutku. ‘Jadi namanya Seohyun. Ternyata kau mak lampir yang nyasar ke Korea! Wajahmu itu sangat menipu!’ batinku.
“Ada hubungan apa kau dengan Donghae oppa?” tanya Jessica baik-baik.
“Kami hanya berteman” jawabku jujur.
“Hyaaa! Jangan berbohong!” gentaknya.
“Sungguh aku tidak berbohong!” jawabku.
“Kalau hanya berteman kenapa kau selalu mendekatinya, hah?” ucapnya penuh dengan kecemburuan.
“Mwo? Aku mendekatinya? Tidak terbalik kah, nona Jung? Dia yang mendekatiku. Dan, setahuku, bukankah kau yang selalu mendekatinya? Kau tak ada bedanya dengan yeoja-yeoja menyedihkan di kantin tadi!” kataku yang pasti sangat menusuk hatinya. Tega sekali mulutku ini, pabo.
“Dasar tak tahu malu!” kata yeoja berambut blonde mencoba menamparku namun ditahan oleh Jessica.
“Yeoja jelek, aku sudah memperingatkanmu. Donghae oppa itu milikku, Kyuhyun milik Seohyun, dan Sungmin milik Sunny. Kau jangan coba lagi mendekati mereka atau kau akan merasakan akibatnya!” katanya panjang lebar dengan penekanan disetiap kata.
Apa di bilang? Hey, Kyuhyun itu hanya milikku. Dan siapa tadi? Sungmin? Aku bahkan tak mengenalnya.
“Kau pikir kau siapa, Jessica-ssi? Aku memang tak secantik kalian, tapi setidaknya aku memiliki otak yang bisa digunakan dengan benar. Tidak seperti kalian yang selalu mengejar-ngejar lelaki yang bahkan tak pernah menganggapmu.” ucapku dengan berusaha mati-matian menahan rasa takut melawan tiga yeoja ini. PLAKKKK. Kurasakan sebuah tamparan keras mendarat di pipiku. Ku pegang pipiku yang terasa panas. Sakit sekali. Tanpa terasa air mata mengalir di pipiku.
“Balasan untuk mulut lancangmu!” katanya lalu pergi meninggalkanku diikuti Seohyun dan Sunny yang mengekor di belakangnya.
“Hikss” tangisku karena tamparan yang sangat menyakitkan tadi.

Kyuhyun pov

Perlahan ku kerjapakan mataku. Dimana ini? Sejak kapan kamarku jadi seperti ini? Jangan bilang.. Ku edarkan pandanganku untuk memastikan. Oh God, ternyata benar aku tertidur di toilet. Sungguh tidak elit! Bisa jadi trending topic kalau sampai ada yang tahu, memalukan!
“Kenapa sulit sekali dibuka, arghh!” teriakku kesulitan saat membuka pintu.
“Siapa pun tolong bukakan pintunya!” teriakku berharap ada yang mendengarnya. Tapi ku rasa akan sia-sia saja karena ini sudah lewat jam pulang sekolah. Aha! Lebih baik aku lewat jendela saja. Kau memang jenius, Cho Kyuhyun. Hahaha.

@ Koridor Sekolah

Saat hendak meninggalkan sekolah aku melihat ada seorang yeoja yang tengah berdiri memunggungiku. Saat ku dekati, aku dapat mendengar isakan tangis keluar dari mulutnya.
“Gwenchana, chogiyo?” tanyaku. Dan betapa terkejutnya aku saat tahu bahwa yeoja tadi adalah Hyun Mi ku. Ku lihat air mata mengalir deras dari matanya.
“Kau kenapa?” tanyaku yang khawatir melihat keadaannya.
“Kenapa? Ada apa? Ceritakan padaku?” tanyaku lagi.
“Mengapa? Mengapa mereka tega sekali padaku!” ucapnya disertai isakan tangis yang pilu.
“Apa yang terjadi? Ceritakan dengan jelas!” pintaku yang tak tahan melihatnya terus menangis seperti ini sambil memegang kedua bahunya.
“Meraka jahat! Mereka.. mereka menindasku seperti ini hanya karena aku dekat denganmu dan Donghae. Aku tak menyangka mereka bisa bertindak sekejam ini.” ceritanya sambil menangis sesenggukan. Saat menangis pun kau terlihat sangat cantik, Hyun Mi.
“Tenang lah. Aku akan melindungimu. Aku tak akan membiarkan mereka mengganggumu lagi. Jika kau ingin menangis, menangislah agar kau bisa menjadi tenang dan membuatmu meluapkan kekesalanmu.” kataku dan membawanya ke dalam pelukanku, membiarkan ia menangis di dalamnya. Tak akan ku biarkan mereka menggangggumu lagi, Hyun Mi-ah.

Author povv

Keesokan Harinya

Saat sedang berjalan menuju kelasnya, Hyun Mi, kembali dihadang oleh trio nenek sihir yang melabraknya kemarin. Ia tak punya cukup keberanian untuk melewati mereka. Ingin rasanya ia berbalik dan memilih untuk mencari jalan yang lain. Namun saat ia berbalik, ia melihat Yoona dan teman-temannya sedang memandang sinis ke arahnya. Saat itulah Kyuhyun datang dan langsung merangkul bahu Hyun Mi.
“Semuanya dengarkan baik-baik. Mulai sekarang kalian jangan mengganggu Hyun Mi lagi, atau kalian akan berurusan denganku. Karena ia adalah yeojachinguku. Arraseo!” kata Kyuhyun dan membawa Hyun Mi pergi dari tempat itu. Semua orang yang mendengarnya pun shock tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, termasuk Donghae yang tak sengaja mendengarnya. Hyun Mi pun tak kalah shocknya, sampai-sampai ia tak sadar saat Kyuhyun menggandeng tanganya keluar dari sekolah.

Hyun Mi pov

Aku sangat shock dengan apa yang baru saja ku dengar.
“Apa maksudmu, Kyu?” tanyaku saat kami sudah berada di luar sekolah.
“Lepaskan!” hentakku saat sadar ia masih menggenggam tanganku.
“Apa lagi?” tanyanya sambil berbalik menghadap wajahku.
“Apa yang kau katakan tadi? Kau ingin membunuhku, eoh?” tanyaku yang tak mengerti dengan jalan pikirannya.
“Bukankah sudah ku bilang aku akan melindungimu. Apa kau lupa?” jujur, aku kira ia tak serius dengan kata-katanya kemarin.
“Tapi kau bukan namjachinguku! Untuk apa kau mengaku-ngaku!”
“Hyaa, bodoh sekali kau! Tentu saja itu hanya pura-pura. Dengan mengatakan begitu aku yakin mereka tak akan mengganggumu lagi. Pintarkan aku? Hahaha”
Oh, jadi hanya pura-pura? Benar, bodohnya aku sempat menyangka ia menganggapku yeojachingunya. Jangan terlalu berharap, Hyun Mi pabo.
“Lagi pula aku sama sekali tidak tertarik pada yeoja polos sepertimu.” tambahnya lagi yang membuat hatiku sakit mendngarnay dan mataku memanas serasa ingin mengeluarkan cairanya. Tahan Hyun Mi, kau tak boleh terlihat lemah di hadapannya.

Kyuhyun pov

“Hyaa, bodoh sekali kau! Tentu saja itu hanya pura-pura. Dengan mengatakan begitu aku yakin mereka tak akan mengganggumu lagi. Pintarkan aku? Hahaha” seandainya saja ini bukan hanya pura-pura.
“Lagi pula aku sama sekali tidak tertarik pada yeoja polos sepertimu.” tambahku yang membuat wajahnya menampakkan ekspresi yang tak dapatku mengerti, dan matanya, kulihat matanya seperti berkaca-kaca. Pabo, apa yang kau katakan, Cho Kyuhyun! Jelas-jelas dia adalah yeoja yang kau cintai! Bagaimana jika ia jadi membencimu karena perkataamu tadi, pebo cheorom!
“Hahaha. Atau jangan-jangan kau berharap aku akan menjadi namjachingumu ya?” ledekku sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya. Yeoppo. Ku lihat ia sedikit tersentak lalu menjauhkan wajahnya.
“Jangan sok tahu kau!” ucapnya sambil menginjak kakiku.
“Awwwwwww!” ringisku karena injakannya yang lumayan keras.
“Berani-beraninya kau menginjak kakiku, hah!” kataku lalu……..

TBC OR??

Mianhae kalo mengecewakan. Author kekurangan ide T___T *bow*. RCL please.
Gomawo~

[FF] Love of A Friend Part 1

Title: Love of A Friend Part 1
Author: Septyne Song
Facebook: Esti Septiani II
Twitter: @GaemestGyu
Main Cast:
Cho Kyuhyun
Song Hyun Mi
Lee Donghae
Other Cast:
Super Junior’s member
Kim Jooeun
Park Hee Gi
Genre: Drama Romance
Rating: PG 16
Length: Series
Disclaimer: This fanfic is my own story. The cast bellong to God and their parents, kecuali Kyuhyun itu punya saya #plakk. Bila ada kesamaan judul, nama, tempat, cerita, itu hanya kebetulan semata, mungkin kita sehati kali(?) #gaje-_-. Yang gak suka, gak usah baca, gak usah mencela. Maklum, authornya abal-abal. RCL please, happy reading. ^^
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Love of A Friend Part 1

Hyun Mi pov
Seperti orang bodoh aku mencintaimu setengah mati. Ya, mungkin aku memang sudah gila. Aku selalu memikirkan tentangmu, meskipun aku tahu tak pernah kau memikirkanku. Berawal dari mengagumi, perlahan rasa itu berubah menjadi rasa cinta. Cinta yang –mungkin- tak kan pernah terbalas. Menyakitkan memang. Hanya berani melihatmu dari kejauhan tanpa sekalipun mengutarakan perasaanku. Hanya bisa menangis tertahan saat melihatmu bersama wanita lain, atau bahkan saat kau terpuruk karena wanita-wanita itu. Mengapa bukan aku? Mengapa bukan aku alasan dibalik tangisanmu itu? Mengapa bukan aku alasan disetiap tawa yang keluar dari bibirmu? Aku mungkin bodoh, atau memang sangat bodoh. Tapi asal kau ketahui, ini semua ku lakukan semata karena aku takut menerima kenyataan bahwa kau tak pernah mencintaiku. Pengecut? Tentu saja. Bolehkah aku berharap? Semoga aku bisa menjadi jodohmu, walaupun hanya di dalam mimpi. Saranghae, Cho Kyuhyun.
Pecundang sejati, Song Hyun Mi.
Ku akhiri kegiatanku. Ya, tiada hari tanpa memikirkan dirinya. Cho Kyuhyun, namja yang membuatku tak bisa tak bisa berpaling pada namja lain. Namja yang selama 2 tahun ini membuatku tak bisa berhenti untuk menatapnya. Hahaha. Jangan salahkan aku kalau aku begitu mencintainya. Salahkan saja dia, kenapa dia memiliki wajah yang sangat tampan. Apalagi bibirnya yang menurutku sangat.. err.. sexy? Kulirik jam di mejaku sudah memunjukkan pukul 12 malam. Tak terasa sudah 3 jam aku memikirkannya. Kurasa ini sudah waktunya untuk tidur. See you in my dream, Cho Kyuhyun.
Pagi hari
“Eomma, aku berangkat dulu” teriakku tergesa-gesa sambil mengambil sepedaku. Huft, tak ada jawaban sama sekali. Pasti eomma sedang membangunkan tuyul, ehh maksudku adikku, Hyun Jae. Uhh, aku terkadang iri dengannya. Kurasa eomma lebih menyayanginya daripada aku. Masa bodoh, lebih baik aku segera berangkat sebelum terlambat.

@ Seoul Internasional High School
Hosh hosh hosh. Ku kayuh sepedaku dengan cepat. Dari kejauhan dapat ku lihat gerbang segaera ditutup. Ku kayuh sepedaku semakin cepat, dan BRAAKKKK. Ada yang menabrak sepedaku dari belakang. “Hyaaaa” teriaku. DEG. Aku terpana. Dia. “Mian” ucapnya singkat lalu mengegas motornya. “Sialan kau!” teriaku frustasi saat kesadaranku kembali, namun dia tetap mengacuhkanku. Walaupun aku mencintainya, tapi siapa yang tidak sebal diperlakukan seperti ini. Apakah dia tidak punya perasaan meninggalkan orang yang ditabraknya begitu saja? Heran, kenapa aku bisa mencintainya. Aku membenci kenyataan ini. “Hyun mi-ahh, gwenchana?” tanya sahabatku. Dia salah satu namja populer di sekolahku. Dia ketua klub dance. Tak heran banyak anak-anak menaruh benci padaku -yang notabene tidak populer- bisa bersahabat dengannya. “Gwenchana, Donghae-ahh” kataku sambil mencoba berdiri. Ahh, kenapa rasanya sakit sekali. “Aigo, lututmu berdarah!”. “Mwo?” Kurasakan tempatku berputar-putar. Darah? Aku takut darah. Tiba-tiba semuanya.. Gelap.

Donghae pov
“Mwo?” katanya. Ku lihat dia memegangi kepalanya. 1, 2, BINGO! Tepat dugaanku, dia pasti pingsan. Setahuku dia memang sangat takut dengan darah. Ku bopong tubuhnya menuju UKS. Kenapa kau berat sekali. Tapi tak apa, demi orang yang ku sayang aku rela melakukan apapun. Ehh? Keceplosan aku(?). Ya, aku memang menyukainya, tapi tidak ada yang tahu tentang hal ini. Awas saja kau Kyuhyun, akan ku balas perbuatanmu.

Author pov
Segera setelah membawa Hyun Mi ke UKS, Donghae segera mencari namja bernama Kyuhyun itu. “Cho Kyuhyun” panggil Donghae. Yang dipanggil tidak menoleh sedikitpun. Segera saja Donghae menarik lengan Kyuhyun kasar. “Mwo?” kata Kyu datar. “Kau sudah membuat temanku celaka” kata Donghae marah. “Maksudmu? Aku tidak mengerti, Donghae-ssi.” kata Kyu yang masih dissconect *cakep-cakep lola-_-v*. BUAGHHH. Sebuah bogem mentah mendarat dengan mulus di pipi Kyuhyun yang berjerawat *harap dicoret pemirsa ._.v*. “Ini balasan untuk orang yang sudah membuat Hyun Mi pingsan!” kata Donghae dan meninggalkan Kyuhyun yang masih dissconect #plakk.

Kyuhyun pov
“Ini balasan untuk orang yang sudah membuat Hyun Mi pingsan!” kata Donghae dan meninggalkanku yang masih belum mengerti juga. Apa? Pingsan? JEGERR *Kyuhyun lebay -_-*. Aku hanya menabraknya sedikit, kenapa sampai begini. Hyun Mi-ahh, mianhae. “Apa peduliku?” teriakku lantang pada Donghae yang belum jauh dariku. Dia berbalik ke arahku. “Dasar tidak punya perasaan!” katanya sambil menghadiahiku sebuah bogem mentah lagi lalu benar-benar pergi dari hadapanku. Sial, sakit sekali. *poor Kyuhyun :P* *author digebugin Sparkyu*. “Apa kalian lihat-lihat!” gertakku karena banyak yang melihatku. Memalukan sekali. Namja sekece(?) diriku dipukul habis-habisan oleh namja pendek seperti dia. *Fishy, harap maklum. Kyuhyun kan evil -_-v*. Aku harus menengok Hyun Mi segera.
@ UKS Seoul Internasional High School
Untunglah dia belum sadarkan diri. Ku tarik kursi dan duduk di samping ranjangnya. “Hyun Mi-ya, jeongmal mianhae. Bodohnya aku sudah membuatmu terluka.” ucapku sambil menyingkirkan poni yang menutupi matanya. Kyeopta, masih sama seperti 12 tahun yang lalu. Perlahan ku kecup keningnya. “Bogoshippo” ucapku dan pergi sebelum dia terbangun dan ada yang melihatku.

Hyun Mi pov
“Hyun Mi-ya, jeongmal mianhae. Bodohnya aku sudah membuatmu terluka.” ucap Kyuhyun. “Bogoshippo” ucap Kyuhyun lagi lalu pergi. Apakah aku tidak salah dengar? Apakah ini mimpi atau kenyataan? Bahkan disaat tidurpun aku masih membayangkannya. ‘Tuhan, ku mohon jangan bangunkan aku dari mimpi ini.’ Perlahan ku buka kedua mataku. Hahhh, ternyaata hanya mimpi. Hyun Mi babo! Kurasa sampai Dora tak berponipun(?) hal ini tak mungkin terjadi. Kulihat jam tanganku. Sudah jam 10 rupanya. Cukup lama juga aku pingsan, sampai-sampai aku melewatkan pelajaran favoritku, Matematika *sumpah kebalikan banget ama author ._.v*. Ahh lututku, syukurlah sudah tidak ada darahnya. Demi apapun, aku sangat takut dengan darah. Aku juga tak tahu kenapa. Saat aku mencoba mengingat-ingat penyebabnya, kepalaku menjadi pusing dan otakku seolah menampilkan rentetan kejadian masa lalu yang memuat kepalaku serasa mau pecah. Saat aku tanyakan pada eomma, ia pun juga tak pernah menjawabnya. Masa iya aku harus bertanya pada Dora? Kan tidak lucu -_-. Donghae, aku harus berterima kasih padanya. Dia memang sahabatku yang sangat pengertian dan selalu menolongku. Beruntungnya aku memilik sahabat yang sangat baik dan tampan seperti dia #ehh. BRAKKKK. Ku dengar pintu UKS dibuka dengan kasar. “Hyaaa! tidak bisakah kalian membuka pintu dengan sedikit lembut? Kalian selalu membuatku terkejut!” kataku frustasi pada kedua sahabatku ini. “Hehehe.. Mianhae Hyun Mi-ahh, aku sangat terkejut tadi saat mendengar kau masuk UKS.” Kata Jooeun sambil menggaruk-garuk kepalanya –yang aku yakin tidak gatal- sambil memasang tampang babonya. “Kau semakin mirip namjachingumu saja.” kataku datar. Dia sahabatku Kim Jooeun, dia memiliki kekasih bernama Lee Hyuk Jae. Namja yang menurutku jelek tapi berubah tampan saat menari *Hyun Mi labil ._.v*. Hyuk Jae adalah sahabat Donghae, jadi akupun lumayan tahu dan dekat dengannya. “Hehehehehe” kata Jooeun lagi dengan cengiran yang makin lebar. ‘Aneh -_-’ batinku. “Kau sudah baikan? Mana yang sakit? Siapa yang melakukan ini padamu? Demi apapun aku tidak akan memaafkannya! Apa perlu aku balas? Atau perlu ku panggilkan namjachinguku? Ku—–” kata Hee Gi seperti rem blong(?). “Hyaa! Stop! Kau berisik sekali. Apa kau tidak bisa berhenti bicara!” jawabku tak kalah cerewet dengannya. Dia memang sangat cerewet, cocok sekali dengan namjachingunya yang merupakan kepala OSIS di sekolahku ini, Choi Siwon. Ku lihat Hee Gi dan Jooeun saling memandang dan tersenyum angker(?) lalu mengangguk-angguk. “Mianhae Hyun MI-ahh~~~~” kata mereka bersamaan sambil memasang wajah sok imut dan menari-nari ala Cherybelle(?) *apa ini -___-*. “Kalian gila!!” kataku frustasi melihat tingkah aneh mereka. Lama-lama aku bisa ketularan gila bersahabat dengan mereka. Tapi meskipun bagitu, aku tetap menyayangi mereka. Mereka adalah sahabat terbaikku. Mereka selalu bisa menghiburku saat aku sedang galau karena cintaku yang bertepuk sebelah tangan pada Kyuhyun. Ahhh, menyedihkan sekali T____T. “Ohh iya, tadi kau dicari kepala sekolah.” kata Jooeun. “Mwo? Untuk apa beliau mencariku?” tanyaku penasaran. “Mana kami tahu.” kata Hee Gi. “Sebaiknya kau cepat kesana. Jarang-jarangkan kau dipanggil ke ruang terhormat itu.” Kata Jooeun. “Hyaaa! Kau menghinaku, hah?” kataku sambil berdiri lalu berjalan menuju ruang kepala sekolah diikuti kedua sahabatku itu.

Author pov
TOK TOK TOK. Hyun Mi mengetuk pintu ruang kepala sekolah dengan takut-takut. “Masuk saja.” Sahut kepala sekolah dari dalam. Saat memasuki ruang tersebut Hyun Mi melihat ada seorang siswa laki-laki duduk membelakanginya. Dia tak tahu siapa laki-laki itu. “Oh, Hyun Mi rupanya.” “Ne. Ada apa kepala sekolah memanggilku?” tanya Hyun Mi. “Duduk dulu, aku ingin bicara.” kata kepala sekolah. Saat duduk di kursi sebelah laki-laki tersebut, betapa terkejutnya Hyun Mi karena laki-laki itu adalah Cho Kyuhyun. Seketika saja jantungnya berdebar tak karuan dan keringat dingin mengucur dengan derasnya. “Dengan melihat nilai matematikamu yang selalu mendapat nilai sempurna, aku ingin kau mewakili sekolah kita dalam lomba matematika bulan depan. Dan kau tidak sendirian, Kyuhyun akan menjadi partnermu. Kau bisa, kan?” tanya pak kepala sekolah -yang lebih terdengar seperti meminta-. “N n n ne, saya bisa.” jawab Hyun Mi terbata-bata. “Baiklah. Kalian akan diberikan pelajaran tambahan setiap hari sehabis pulang sekolah.” kata kepala sekolah. “Ne” jawab Kyuhyun dan Hyun Mi bersamaan. “Kalian bisa kembali ke kelas.” kata kepala sekolah lagi.

Kyuhyun pov
Betapa senangnya aku saat tahu Hyun Mi yang akan jadi partnerku dalam lomba matematika kali ini. Aku sungguh merindukanmu, Song Hyun Mi. Ku lihat ia sangat gugup saat duduk di sampingku. Apakah ia tidak mengingatku sama sekali? Tapi kurasa itu lebih baik daripada dia jadi membenciku karena mengingat kejadian itu. “N n n ne, saya bisa.” jawab Hyun Mi terbata-bata. Ku lirik ia sedikit. Ingin rasanya aku memeluknya karena ia mau mengikuti lomba ini, aku senang sekali. “Baiklah. Kalian akan diberikan pelajaran tambahan setiap hari sehabis pulang sekolah.” kata kepala sekolah. Uwooo~(?) rasanya sekarang aku ingin memeluk kepala sekolahku ini. Kau baik sekali. “Ne” jawab kami bersamaan. Hari ini adalah salah satu hari terbaik di hidupku. “Kalian bisa kembali ke kelas.” kata kepala sekolah lagi. Kamipun beranjak dan jalan bersamaan menuju pintu. Kenapa aku jadi gugup begini? hahaha. Saat ia hendak membuka pintu akupun juga melakukan hal yang sama. Kalian tahu? Tangan kami bersentuhan, dan tangannya terasa sangat dingin. Apakah ia sakit? “Mian” kataku sedatar mungkin, sanagt kontras dengan jantungku yang rasanya ingin meloncat(?) saking gugup dan senangnya. Ku lihat pipinya memerah. “Kyeopta” gumamku tanpa sadar. “Ehh?” tanyanya bingung. Aku harus jawab apa? Lebih baik aku diam dan pergi saja. ‘Cho Kyuhyun, kenapa kau dingin sekali padanya, hah!’ rutukku dalam hati.

@ Kantin Seoul Internasional High School

Hyun Mi pov
Tak terasa satu minggu sudah aku menjalani pelajaran tambahan bersama Kyuhyun. Apakah kalian tahu? Ternayata dia itu menyebalakan! Sangat sangat menyebalkan! Dia itu seperti es di kutub utara, dingin dan susah untuk didekati. Aku sudah mencoba untuk bersikap seramah mungkin dengannya tapi dia tak merespon sedikitpun. Tapi tak apalah, yang penting aku bisa menjadi lebih dekat dengannya. Sepertinya baru kemarin aku merasa sangat putus asa karena mimpiku tak kan bisa jadi nyata, tapi sekarang semua sudah berbalik 180°, setidaknya itu sangat menguntungkan bagiku. “Jooeun, coba cubit aku.” pintaku pada Jooeun yang ada di sampingku. “Ehh? Baiklah.” katanya lalu mencubitku dengan senang hati. “Awww! Appo!” ringisku. “Kan tadi kau yang memintaku mencubitmu. Bagaimana kau ini!” jawabnya sewot. “Ne ne ne. Rasanya seperti mimpi saja aku bisa dekat dengan Kyuhyun. Aku senang sekali.” kataku panjang lebar. “Chukkae, manfaatkan kesempatan ini dengan baik.” kata Jooeun bijak. “Tumben bicaramu benar” kataku sadis yang spontan saja mendapat jitakan darinya. “Awwww” ringisku. “Jangan asal bicara kau nona Song!” katanya penuh penekanan lalu kami tertawa bersama.

Dongahe pov
Ku lihat dari tempatku sekarang Hyun Mi sedang tertawa bersama Jooeun. Apakah ia sudah sembuh? Ahh, aku tidak tahan(?). Ku putuskan untuk menghampirinya. “Hyun Mi, kau sudah sembuh?” tanyaku. “Oh, Donghae. Aku sudah sembuh. Gomawoyo sudah menolongku. Jika tak ada kau, aku tak tahu lagi siapa yang akan menolongku. Kau memang sahabatku yang paling baik.” katanya panjang lebar dengan muka yang menggemaskan. Sahabat? Bisakah kau memandangku bukan sebagai sahabatmu, Hyun Mi-ya? Apakah perhatianku selama ini kurang jelas untuk menyampaikan perasaanku padamu? Kau yang terlalu bodoh atau bagaimana? #plakk. “Sudah seharusnya aku menolong sahabatku sendiri.” kataku sambil mengacak-acak rambutnya dan tersenyum lembut.

Author pov
Tanpa Donghae dan Huyn Mi sadari, dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang menatap mereka dengan tatapan tidak senang. Tampak jelas kemarahan terpancar dari kedua bola matanya yang hitam. Tangannya sudah terkepal kuat menahan amarah. Dari lubang hidungnya keluar asap tebal dan tidak ketinggalan tanduk merahpun juga keluar dari kepalanya *readers: emang Kyuhyun setan, thor? ǀ author: anggep aja begitu. #plakk #digampar*. “Sabar Kyu” kata seseorang di samping Kyuhyun mencoba menenangkan sahabatnya, orang itu tak lain adalah Lee Sungmin. “Berani-beraninya dia menyentuh Hyun Mi-ku” kata Kyuhyun penuh amarah. “Akan ku beri dia pelajaran.” kata Sungmin lalu berdiri dari kursinya sambil membawa segelas minuman dan berjalan menghamipiri Donghae. “Aduhh!” Sungmin pura-pura tersandung dan menyebabkan minuman yang dibawanya tumpah mengenai seragam Donghae. *Sungmin evil -_-v* Donghae tampak menahan amarah, tapi dia tak membalas apapun karena masih ada Hyun Mi disampingnya. “Mian, aku tidak sengaja.” kata Sungmin dan mencoba membersihkan seragam Donghae lalu ia mengedipkan sebelah matanya pada namja yang tengah memperhatikan mereka dengan menyungginggkan evil smilenya. Tak lupa namja itu, Kyuhyun, juga mengacungan jempolnya sambil berkata “Good job” tanpa suara. Tanpa Kyuhyun sadari ternyata Donghae tak sengaja melihatnya. Matanya memancarkan amarah yang amat besar. “Tunggu pembalasanku, Cho Kyuhyun!” ucapnya dalam hati.

TBC OR??
Gimana ffnya? Jelek yah? Udah aku duga -_-. Maklum, ini ff pertama author ._. Jeongmal kamshahamnida buat yang udah mau menyempatkan waktu buat baca ff jelek ini *emang ada yang baca? ._.* Bagaimana pendapat kalian tentang ff ini? Siapapun yang udah baca *sekali lagi gw nanya, emang ada Es? ><*, maupun buat yang gak baca #loh? Aku minta RCLnya untuk mengetahui dimana letak kekurangan ff ini. Sekali lagi, kamshahamnida 😀 *bow bareng Kyuhyun*.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.