[FF] Love of A Friend Part 2

Title: Love of A Friend [Part 2]
Author: Septyne Song
Facebook: Esti Septiani II
Twitter: @GaemestGyu
Main Cast:
Cho Kyuhyun
Song Hyun Mi
Lee Donghae
Other Cast:
Super Junior’s member
SNSD’s member
Kim Jooeun
Park Hee Gi
Genre: Drama Romance, School Life
Rating: PG 16
Length: Series
Disclaimer: This fanfic is my own story. The cast bellong to God and their parents, kecuali Kyuhyun itu punya saya #plakk. Bila ada kesamaan judul, nama, tempat, cerita, itu hanya kebetulan semata, mungkin kita sehati kali(?) #gaje-_-. Yang gak suka, gak usah baca, gak usah mencela. Maklum, authornya abal-abal. RCL please, happy reading. ^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Mian, aku tidak sengaja.” kata Sungmin dan mencoba membersihkan seragam Donghae lalu ia mengedipkan sebelah matanya pada namja yang tengah memperhatikan mereka dengan menyungginggkan evil smilenya. Tak lupa namja itu, Kyuhyun, juga mengacungan jempolnya sambil berkata “Good job” tanpa suara. Tanpa Kyuhyun sadari ternyata Donghae tak sengaja melihatnya. Matanya memancarkan amarah yang amat besar. “Tunggu pembalasanku, Cho Kyuhyun!” ucapnya dalam hati.

Love of A Friend Part 2

Donghae pov

Aku tak menyangka ternyata kau sepicik ini, Cho Kyuhyun. Kau tak seperti Kyuhyun yang ku kenal dulu. Kyuhyun yang baik hati. Kyuhyun yang selalu tersenyum. Kyuhyun yang peduli dengan sahabatnya, dan masih banyak lagi. Kini bahkan kau seperti memusuhi kami. Apa salahku dan Hyun Mi padamu sampai kau melakukan ini semua? Apa karena kecelakaan bodoh itu? Hey, itu bukan salahmu. Itu semua sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Meskipun menyakitkan, tapi aku yakin ada sesuatu yang indah dibalik semua itu. Bukankah seharusnya kau meminta maaf pada Hyun Mi? Bukan malah menabraknya seperti tempo hari. Dan sekarang kau malah membuat masalah baru denganku. Mana Kyuhyun yang ku kenal dulu? Maaf jika aku melakukan semua ini. Ku rasa kau sudah keterlaluaan, Kyuhyun.

Kyuhyun pov

Tak terasa satu minggu sudah aku menjalani pelajaran tambahan bersama Hyun Mi. Selama itu pula aku tak pernah bersikap baik padanya. Mungkin rasa bersalah yang amat besar pada diriku yang mendorongku untuk melakukan itu semua. Aku merasa sangat malu dan tidak pantas untuk menerima semua perlakuan baiknya padaku.
“Kyuhyun”
“Cho Kyuhyun”
“Cho Kyuhyuuuun” ucap seseorang sambil mengiba-ngibaskan tangannya di depan wajah tampanku.
“Ehh? Ne songsaenim?” kataku tersadar dari kemelut di otakku.
“Apa kau baik-baik saja? Kenapa melamun begitu?” tanya Kibum songsaenim dengan nada khawatir.
“Nan gwenchana. Ada apa songsaenim menghampiriku?” tanyaku to the point.
“Hari ini pelajaran tambahan ditiadakan karena istriku akan melahirkan. Jadi kau bisa belajar sendiri di rumah.” kata Kibum songsaenim yang tak lain adalah guru matematikaku.
“Ne, arraseo.” jawabku seadanya.
“Ah iya, Jangan lupa beri tahu Hyun Mi.” katanya lagi lalu berlalu dari hadapanku.
Sayang sekali hari ini aku tidak bisa bersamamu, Hyun Mi, padahal aku sangat merindukanmu.
Kruweeekkk(?). Ahhh, kenapa perutku tiba-tiba sakit begini? Sepertinya aku harus segera memenuhi panggilan ini sebelum terjadi hal yang tak diinginkan.

Hyun Mi pov

Apakah ini hanya perasaanku saja atau benar mereka semua sedang memandangku? Sepanjang koridor banyak pasang mata yang menatapku dengan tatapan.. tidak senang? Mungkin? Mereka menatapku seolah-olah mereka ingin menerkamku hidup-hidup, sinis sekali. Seperti saat ini, aku sedang di kantin dan mata-mata menyeramkan itu pun tak berhenti untuk menatapku. Ada apa sebenarnya?
“Awwwwww” ringisku saat pantatku mencium lantai dengan mesranya(?).
“Hahahahahahaha” ku dengar seisi kantin menertawaiku. ‘Sial!’
Bukankah dia Im Yoona? Teman klub dance Donghae? Yeoja yang terkenal karena wajahnya yang sangat cantik dan perilakunya yang katanya sangat baik?
“Apa kau tidak punya mata, HAH?” gentaknya. ‘Inikah yang disebut sangat baik?’ batinku.
“Kau yang membuatku terjatuh, iuh!” belaku.
“Lantas, aku harus meminta maaf padamu, HAH?” katanya tepat di depan wajahku.
“Memang seharusnya begitu!” jawabku yang mulai terpancing emosi.
“Cihh! Jangan harap! Aku tak sudi harus meminta maaf pada yeoja murahan seperti dirimu!” katanya lalu pergi dari hadapanku.
“Apa? Murahan?” hatiku mencelos mendengarnya. Apa maksudnya?
“Dasar murahan!”
“Tidak punya malu!”
“Aku bahkan seribu kali lebih cantik darimu!”
“Berani-beraninya kau mendekati Donghae dan Kyuhyun!”
Ku dengar puluhan cacian dilontarkan padaku.
“Apa? Jadi hanya karena aku dekat dengan namja populer di sekolah ini kalian memperlakukanku seperti ini? Hanya karena lelaki?!” kataku lancang dan membuat mereka semakin menatapku marah.
BYUURRRRR. Dapat ku rasakan sesuatu yang dingin menerpa wajahku dan membuat ku jadi basah kuyup. Ku tahan air mata ini agar tak tumpah di depan mereka. Apa kalian pikir aku takut? Sedikit! #gubrak.
“KALIAN MENYEDIHKAN!!!!” teriakku yang membuat seisi kantin yang tadinya ramai karena menertawaiku jadi diam seribu bahasa.
“Hyun Mi-ya gwenchana?” tanya Hee Gi yang baru datang lalu membantuku berdiri dan meninggalkan kantin sialan ini.
“Semuanya tolong maafkan Hyun Mi” samar-samar ku dengar suara Jooeun meminta maaf pada anak-anak di kantin. Untuk apa dia meminta maaf, bodoh sekali.
“Kenapa kalian baru datang?” tanyaku saat Jooeun kembali dari kantin.
“Mianhae. Jeongmal mianhae.” kata mereka yang terdengar penuh akan penyesalan –terlihat jelas dari suara dan raut wajahnya- lalu memelukku. “Aku takut sekali tadi.” ucapku tanpa bisa menahan air mataku lagi dan menangis sejadi-jadinya di pelukan kedua sahabatku ini.

Author pov

“Bukankah itu Kyuhyun? Mau kemana dia?” kata Donghae saat melihat Kyuhyun keluar kelasnya dengan sedikit terburu-buru. Karena penasaran, ia pun mengikuti Kyuhyun yang ternyata menuju ke toilet namja. Saat Kyuhyun memasuki toilet, sebuah ide briliant muncul di kepalanya. Setelah memastikan tak ada yang melihatnya, ia buru-buru mengunci pintu itu dari luar. Tak lupa ia juga mengambil papan yang bertuliskan “PINTU RUSAK”. “Kekekeke. Rasakan kau, Cho Kyuhyun.” kata Donghae sambil cekikikan tak jelas lalu meninggalkan Kyuhyun yang terkunci di dalamnya. Tanpa seorangpun tahu, ternyata Kyuhyun malah tertidur di dalamnya -_-.

Hyun Mi pov

Semua yang terjadi hari ini benar-benar membuat kepalaku sakit. Aku tidak menyangka akan jadi begini. Mereka semua benar-benar syirik denganku. Mereka selalu berusaha mati-matian agar bisa dekat dengan Donghae ataupun Kyuhyun, tapi apapun usaha yang mereka lakukan tak pernah berhasil. Sedangkan aku? Tanpa berusaha pun mereka sudah mendekatiku. Bukankah mereka sangat menyedihkan? Aku tidak salah bicara kan tadi? hahaha. “Hyun Mi” panggil seorang yeoja berambut pirang dan berwajah cantik, kalau tidak salah namanya Jessica. Ia tidak sendiri, ia datang bersama dua orang yeoja yang juga tak kalah cantik. Yang satu berambut pendek blonde dan yang satunya berperawakan tinggi serta memiliki wajah yang innocent. Apalagi ini? Kenapa firasatku berkata akan terjadi hal yang buruk? “Mwo?” jawabku. Bukannya menjawab, mereka malah memandangku dari atas ke bawah disertai tatapan mata yang tak bisa ku artikan. “Ada apa?” tanyaku sekali lagi. Kenapa mereka diam saja? Membuang waktuku saja! Lebih baik aku pergi. Baru dua langkah aku berjalan, langkahku terhenti karena ku rasakan perih dirambutku. “Hyaaa! Apa-apaan ini? Lepaskan!” rontaku sembari mencoba melepaskan jambakan dirambutku. “Lepaskan, Seohyun” kata Jessica pada yeoja berwajah innocent yang menjambak rambutku. ‘Jadi namanya Seohyun. Ternyata kau mak lampir yang nyasar ke Korea! Wajahmu itu sangat menipu!’ batinku.
“Ada hubungan apa kau dengan Donghae oppa?” tanya Jessica baik-baik.
“Kami hanya berteman” jawabku jujur.
“Hyaaa! Jangan berbohong!” gentaknya.
“Sungguh aku tidak berbohong!” jawabku.
“Kalau hanya berteman kenapa kau selalu mendekatinya, hah?” ucapnya penuh dengan kecemburuan.
“Mwo? Aku mendekatinya? Tidak terbalik kah, nona Jung? Dia yang mendekatiku. Dan, setahuku, bukankah kau yang selalu mendekatinya? Kau tak ada bedanya dengan yeoja-yeoja menyedihkan di kantin tadi!” kataku yang pasti sangat menusuk hatinya. Tega sekali mulutku ini, pabo.
“Dasar tak tahu malu!” kata yeoja berambut blonde mencoba menamparku namun ditahan oleh Jessica.
“Yeoja jelek, aku sudah memperingatkanmu. Donghae oppa itu milikku, Kyuhyun milik Seohyun, dan Sungmin milik Sunny. Kau jangan coba lagi mendekati mereka atau kau akan merasakan akibatnya!” katanya panjang lebar dengan penekanan disetiap kata.
Apa di bilang? Hey, Kyuhyun itu hanya milikku. Dan siapa tadi? Sungmin? Aku bahkan tak mengenalnya.
“Kau pikir kau siapa, Jessica-ssi? Aku memang tak secantik kalian, tapi setidaknya aku memiliki otak yang bisa digunakan dengan benar. Tidak seperti kalian yang selalu mengejar-ngejar lelaki yang bahkan tak pernah menganggapmu.” ucapku dengan berusaha mati-matian menahan rasa takut melawan tiga yeoja ini. PLAKKKK. Kurasakan sebuah tamparan keras mendarat di pipiku. Ku pegang pipiku yang terasa panas. Sakit sekali. Tanpa terasa air mata mengalir di pipiku.
“Balasan untuk mulut lancangmu!” katanya lalu pergi meninggalkanku diikuti Seohyun dan Sunny yang mengekor di belakangnya.
“Hikss” tangisku karena tamparan yang sangat menyakitkan tadi.

Kyuhyun pov

Perlahan ku kerjapakan mataku. Dimana ini? Sejak kapan kamarku jadi seperti ini? Jangan bilang.. Ku edarkan pandanganku untuk memastikan. Oh God, ternyata benar aku tertidur di toilet. Sungguh tidak elit! Bisa jadi trending topic kalau sampai ada yang tahu, memalukan!
“Kenapa sulit sekali dibuka, arghh!” teriakku kesulitan saat membuka pintu.
“Siapa pun tolong bukakan pintunya!” teriakku berharap ada yang mendengarnya. Tapi ku rasa akan sia-sia saja karena ini sudah lewat jam pulang sekolah. Aha! Lebih baik aku lewat jendela saja. Kau memang jenius, Cho Kyuhyun. Hahaha.

@ Koridor Sekolah

Saat hendak meninggalkan sekolah aku melihat ada seorang yeoja yang tengah berdiri memunggungiku. Saat ku dekati, aku dapat mendengar isakan tangis keluar dari mulutnya.
“Gwenchana, chogiyo?” tanyaku. Dan betapa terkejutnya aku saat tahu bahwa yeoja tadi adalah Hyun Mi ku. Ku lihat air mata mengalir deras dari matanya.
“Kau kenapa?” tanyaku yang khawatir melihat keadaannya.
“Kenapa? Ada apa? Ceritakan padaku?” tanyaku lagi.
“Mengapa? Mengapa mereka tega sekali padaku!” ucapnya disertai isakan tangis yang pilu.
“Apa yang terjadi? Ceritakan dengan jelas!” pintaku yang tak tahan melihatnya terus menangis seperti ini sambil memegang kedua bahunya.
“Meraka jahat! Mereka.. mereka menindasku seperti ini hanya karena aku dekat denganmu dan Donghae. Aku tak menyangka mereka bisa bertindak sekejam ini.” ceritanya sambil menangis sesenggukan. Saat menangis pun kau terlihat sangat cantik, Hyun Mi.
“Tenang lah. Aku akan melindungimu. Aku tak akan membiarkan mereka mengganggumu lagi. Jika kau ingin menangis, menangislah agar kau bisa menjadi tenang dan membuatmu meluapkan kekesalanmu.” kataku dan membawanya ke dalam pelukanku, membiarkan ia menangis di dalamnya. Tak akan ku biarkan mereka menggangggumu lagi, Hyun Mi-ah.

Author povv

Keesokan Harinya

Saat sedang berjalan menuju kelasnya, Hyun Mi, kembali dihadang oleh trio nenek sihir yang melabraknya kemarin. Ia tak punya cukup keberanian untuk melewati mereka. Ingin rasanya ia berbalik dan memilih untuk mencari jalan yang lain. Namun saat ia berbalik, ia melihat Yoona dan teman-temannya sedang memandang sinis ke arahnya. Saat itulah Kyuhyun datang dan langsung merangkul bahu Hyun Mi.
“Semuanya dengarkan baik-baik. Mulai sekarang kalian jangan mengganggu Hyun Mi lagi, atau kalian akan berurusan denganku. Karena ia adalah yeojachinguku. Arraseo!” kata Kyuhyun dan membawa Hyun Mi pergi dari tempat itu. Semua orang yang mendengarnya pun shock tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, termasuk Donghae yang tak sengaja mendengarnya. Hyun Mi pun tak kalah shocknya, sampai-sampai ia tak sadar saat Kyuhyun menggandeng tanganya keluar dari sekolah.

Hyun Mi pov

Aku sangat shock dengan apa yang baru saja ku dengar.
“Apa maksudmu, Kyu?” tanyaku saat kami sudah berada di luar sekolah.
“Lepaskan!” hentakku saat sadar ia masih menggenggam tanganku.
“Apa lagi?” tanyanya sambil berbalik menghadap wajahku.
“Apa yang kau katakan tadi? Kau ingin membunuhku, eoh?” tanyaku yang tak mengerti dengan jalan pikirannya.
“Bukankah sudah ku bilang aku akan melindungimu. Apa kau lupa?” jujur, aku kira ia tak serius dengan kata-katanya kemarin.
“Tapi kau bukan namjachinguku! Untuk apa kau mengaku-ngaku!”
“Hyaa, bodoh sekali kau! Tentu saja itu hanya pura-pura. Dengan mengatakan begitu aku yakin mereka tak akan mengganggumu lagi. Pintarkan aku? Hahaha”
Oh, jadi hanya pura-pura? Benar, bodohnya aku sempat menyangka ia menganggapku yeojachingunya. Jangan terlalu berharap, Hyun Mi pabo.
“Lagi pula aku sama sekali tidak tertarik pada yeoja polos sepertimu.” tambahnya lagi yang membuat hatiku sakit mendngarnay dan mataku memanas serasa ingin mengeluarkan cairanya. Tahan Hyun Mi, kau tak boleh terlihat lemah di hadapannya.

Kyuhyun pov

“Hyaa, bodoh sekali kau! Tentu saja itu hanya pura-pura. Dengan mengatakan begitu aku yakin mereka tak akan mengganggumu lagi. Pintarkan aku? Hahaha” seandainya saja ini bukan hanya pura-pura.
“Lagi pula aku sama sekali tidak tertarik pada yeoja polos sepertimu.” tambahku yang membuat wajahnya menampakkan ekspresi yang tak dapatku mengerti, dan matanya, kulihat matanya seperti berkaca-kaca. Pabo, apa yang kau katakan, Cho Kyuhyun! Jelas-jelas dia adalah yeoja yang kau cintai! Bagaimana jika ia jadi membencimu karena perkataamu tadi, pebo cheorom!
“Hahaha. Atau jangan-jangan kau berharap aku akan menjadi namjachingumu ya?” ledekku sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya. Yeoppo. Ku lihat ia sedikit tersentak lalu menjauhkan wajahnya.
“Jangan sok tahu kau!” ucapnya sambil menginjak kakiku.
“Awwwwwww!” ringisku karena injakannya yang lumayan keras.
“Berani-beraninya kau menginjak kakiku, hah!” kataku lalu……..

TBC OR??

Mianhae kalo mengecewakan. Author kekurangan ide T___T *bow*. RCL please.
Gomawo~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s