[FF] Love of A Friend Part 1

Title: Love of A Friend Part 1
Author: Septyne Song
Facebook: Esti Septiani II
Twitter: @GaemestGyu
Main Cast:
Cho Kyuhyun
Song Hyun Mi
Lee Donghae
Other Cast:
Super Junior’s member
Kim Jooeun
Park Hee Gi
Genre: Drama Romance
Rating: PG 16
Length: Series
Disclaimer: This fanfic is my own story. The cast bellong to God and their parents, kecuali Kyuhyun itu punya saya #plakk. Bila ada kesamaan judul, nama, tempat, cerita, itu hanya kebetulan semata, mungkin kita sehati kali(?) #gaje-_-. Yang gak suka, gak usah baca, gak usah mencela. Maklum, authornya abal-abal. RCL please, happy reading. ^^
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Love of A Friend Part 1

Hyun Mi pov
Seperti orang bodoh aku mencintaimu setengah mati. Ya, mungkin aku memang sudah gila. Aku selalu memikirkan tentangmu, meskipun aku tahu tak pernah kau memikirkanku. Berawal dari mengagumi, perlahan rasa itu berubah menjadi rasa cinta. Cinta yang –mungkin- tak kan pernah terbalas. Menyakitkan memang. Hanya berani melihatmu dari kejauhan tanpa sekalipun mengutarakan perasaanku. Hanya bisa menangis tertahan saat melihatmu bersama wanita lain, atau bahkan saat kau terpuruk karena wanita-wanita itu. Mengapa bukan aku? Mengapa bukan aku alasan dibalik tangisanmu itu? Mengapa bukan aku alasan disetiap tawa yang keluar dari bibirmu? Aku mungkin bodoh, atau memang sangat bodoh. Tapi asal kau ketahui, ini semua ku lakukan semata karena aku takut menerima kenyataan bahwa kau tak pernah mencintaiku. Pengecut? Tentu saja. Bolehkah aku berharap? Semoga aku bisa menjadi jodohmu, walaupun hanya di dalam mimpi. Saranghae, Cho Kyuhyun.
Pecundang sejati, Song Hyun Mi.
Ku akhiri kegiatanku. Ya, tiada hari tanpa memikirkan dirinya. Cho Kyuhyun, namja yang membuatku tak bisa tak bisa berpaling pada namja lain. Namja yang selama 2 tahun ini membuatku tak bisa berhenti untuk menatapnya. Hahaha. Jangan salahkan aku kalau aku begitu mencintainya. Salahkan saja dia, kenapa dia memiliki wajah yang sangat tampan. Apalagi bibirnya yang menurutku sangat.. err.. sexy? Kulirik jam di mejaku sudah memunjukkan pukul 12 malam. Tak terasa sudah 3 jam aku memikirkannya. Kurasa ini sudah waktunya untuk tidur. See you in my dream, Cho Kyuhyun.
Pagi hari
“Eomma, aku berangkat dulu” teriakku tergesa-gesa sambil mengambil sepedaku. Huft, tak ada jawaban sama sekali. Pasti eomma sedang membangunkan tuyul, ehh maksudku adikku, Hyun Jae. Uhh, aku terkadang iri dengannya. Kurasa eomma lebih menyayanginya daripada aku. Masa bodoh, lebih baik aku segera berangkat sebelum terlambat.

@ Seoul Internasional High School
Hosh hosh hosh. Ku kayuh sepedaku dengan cepat. Dari kejauhan dapat ku lihat gerbang segaera ditutup. Ku kayuh sepedaku semakin cepat, dan BRAAKKKK. Ada yang menabrak sepedaku dari belakang. “Hyaaaa” teriaku. DEG. Aku terpana. Dia. “Mian” ucapnya singkat lalu mengegas motornya. “Sialan kau!” teriaku frustasi saat kesadaranku kembali, namun dia tetap mengacuhkanku. Walaupun aku mencintainya, tapi siapa yang tidak sebal diperlakukan seperti ini. Apakah dia tidak punya perasaan meninggalkan orang yang ditabraknya begitu saja? Heran, kenapa aku bisa mencintainya. Aku membenci kenyataan ini. “Hyun mi-ahh, gwenchana?” tanya sahabatku. Dia salah satu namja populer di sekolahku. Dia ketua klub dance. Tak heran banyak anak-anak menaruh benci padaku -yang notabene tidak populer- bisa bersahabat dengannya. “Gwenchana, Donghae-ahh” kataku sambil mencoba berdiri. Ahh, kenapa rasanya sakit sekali. “Aigo, lututmu berdarah!”. “Mwo?” Kurasakan tempatku berputar-putar. Darah? Aku takut darah. Tiba-tiba semuanya.. Gelap.

Donghae pov
“Mwo?” katanya. Ku lihat dia memegangi kepalanya. 1, 2, BINGO! Tepat dugaanku, dia pasti pingsan. Setahuku dia memang sangat takut dengan darah. Ku bopong tubuhnya menuju UKS. Kenapa kau berat sekali. Tapi tak apa, demi orang yang ku sayang aku rela melakukan apapun. Ehh? Keceplosan aku(?). Ya, aku memang menyukainya, tapi tidak ada yang tahu tentang hal ini. Awas saja kau Kyuhyun, akan ku balas perbuatanmu.

Author pov
Segera setelah membawa Hyun Mi ke UKS, Donghae segera mencari namja bernama Kyuhyun itu. “Cho Kyuhyun” panggil Donghae. Yang dipanggil tidak menoleh sedikitpun. Segera saja Donghae menarik lengan Kyuhyun kasar. “Mwo?” kata Kyu datar. “Kau sudah membuat temanku celaka” kata Donghae marah. “Maksudmu? Aku tidak mengerti, Donghae-ssi.” kata Kyu yang masih dissconect *cakep-cakep lola-_-v*. BUAGHHH. Sebuah bogem mentah mendarat dengan mulus di pipi Kyuhyun yang berjerawat *harap dicoret pemirsa ._.v*. “Ini balasan untuk orang yang sudah membuat Hyun Mi pingsan!” kata Donghae dan meninggalkan Kyuhyun yang masih dissconect #plakk.

Kyuhyun pov
“Ini balasan untuk orang yang sudah membuat Hyun Mi pingsan!” kata Donghae dan meninggalkanku yang masih belum mengerti juga. Apa? Pingsan? JEGERR *Kyuhyun lebay -_-*. Aku hanya menabraknya sedikit, kenapa sampai begini. Hyun Mi-ahh, mianhae. “Apa peduliku?” teriakku lantang pada Donghae yang belum jauh dariku. Dia berbalik ke arahku. “Dasar tidak punya perasaan!” katanya sambil menghadiahiku sebuah bogem mentah lagi lalu benar-benar pergi dari hadapanku. Sial, sakit sekali. *poor Kyuhyun :P* *author digebugin Sparkyu*. “Apa kalian lihat-lihat!” gertakku karena banyak yang melihatku. Memalukan sekali. Namja sekece(?) diriku dipukul habis-habisan oleh namja pendek seperti dia. *Fishy, harap maklum. Kyuhyun kan evil -_-v*. Aku harus menengok Hyun Mi segera.
@ UKS Seoul Internasional High School
Untunglah dia belum sadarkan diri. Ku tarik kursi dan duduk di samping ranjangnya. “Hyun Mi-ya, jeongmal mianhae. Bodohnya aku sudah membuatmu terluka.” ucapku sambil menyingkirkan poni yang menutupi matanya. Kyeopta, masih sama seperti 12 tahun yang lalu. Perlahan ku kecup keningnya. “Bogoshippo” ucapku dan pergi sebelum dia terbangun dan ada yang melihatku.

Hyun Mi pov
“Hyun Mi-ya, jeongmal mianhae. Bodohnya aku sudah membuatmu terluka.” ucap Kyuhyun. “Bogoshippo” ucap Kyuhyun lagi lalu pergi. Apakah aku tidak salah dengar? Apakah ini mimpi atau kenyataan? Bahkan disaat tidurpun aku masih membayangkannya. ‘Tuhan, ku mohon jangan bangunkan aku dari mimpi ini.’ Perlahan ku buka kedua mataku. Hahhh, ternyaata hanya mimpi. Hyun Mi babo! Kurasa sampai Dora tak berponipun(?) hal ini tak mungkin terjadi. Kulihat jam tanganku. Sudah jam 10 rupanya. Cukup lama juga aku pingsan, sampai-sampai aku melewatkan pelajaran favoritku, Matematika *sumpah kebalikan banget ama author ._.v*. Ahh lututku, syukurlah sudah tidak ada darahnya. Demi apapun, aku sangat takut dengan darah. Aku juga tak tahu kenapa. Saat aku mencoba mengingat-ingat penyebabnya, kepalaku menjadi pusing dan otakku seolah menampilkan rentetan kejadian masa lalu yang memuat kepalaku serasa mau pecah. Saat aku tanyakan pada eomma, ia pun juga tak pernah menjawabnya. Masa iya aku harus bertanya pada Dora? Kan tidak lucu -_-. Donghae, aku harus berterima kasih padanya. Dia memang sahabatku yang sangat pengertian dan selalu menolongku. Beruntungnya aku memilik sahabat yang sangat baik dan tampan seperti dia #ehh. BRAKKKK. Ku dengar pintu UKS dibuka dengan kasar. “Hyaaa! tidak bisakah kalian membuka pintu dengan sedikit lembut? Kalian selalu membuatku terkejut!” kataku frustasi pada kedua sahabatku ini. “Hehehe.. Mianhae Hyun Mi-ahh, aku sangat terkejut tadi saat mendengar kau masuk UKS.” Kata Jooeun sambil menggaruk-garuk kepalanya –yang aku yakin tidak gatal- sambil memasang tampang babonya. “Kau semakin mirip namjachingumu saja.” kataku datar. Dia sahabatku Kim Jooeun, dia memiliki kekasih bernama Lee Hyuk Jae. Namja yang menurutku jelek tapi berubah tampan saat menari *Hyun Mi labil ._.v*. Hyuk Jae adalah sahabat Donghae, jadi akupun lumayan tahu dan dekat dengannya. “Hehehehehe” kata Jooeun lagi dengan cengiran yang makin lebar. ‘Aneh -_-’ batinku. “Kau sudah baikan? Mana yang sakit? Siapa yang melakukan ini padamu? Demi apapun aku tidak akan memaafkannya! Apa perlu aku balas? Atau perlu ku panggilkan namjachinguku? Ku—–” kata Hee Gi seperti rem blong(?). “Hyaa! Stop! Kau berisik sekali. Apa kau tidak bisa berhenti bicara!” jawabku tak kalah cerewet dengannya. Dia memang sangat cerewet, cocok sekali dengan namjachingunya yang merupakan kepala OSIS di sekolahku ini, Choi Siwon. Ku lihat Hee Gi dan Jooeun saling memandang dan tersenyum angker(?) lalu mengangguk-angguk. “Mianhae Hyun MI-ahh~~~~” kata mereka bersamaan sambil memasang wajah sok imut dan menari-nari ala Cherybelle(?) *apa ini -___-*. “Kalian gila!!” kataku frustasi melihat tingkah aneh mereka. Lama-lama aku bisa ketularan gila bersahabat dengan mereka. Tapi meskipun bagitu, aku tetap menyayangi mereka. Mereka adalah sahabat terbaikku. Mereka selalu bisa menghiburku saat aku sedang galau karena cintaku yang bertepuk sebelah tangan pada Kyuhyun. Ahhh, menyedihkan sekali T____T. “Ohh iya, tadi kau dicari kepala sekolah.” kata Jooeun. “Mwo? Untuk apa beliau mencariku?” tanyaku penasaran. “Mana kami tahu.” kata Hee Gi. “Sebaiknya kau cepat kesana. Jarang-jarangkan kau dipanggil ke ruang terhormat itu.” Kata Jooeun. “Hyaaa! Kau menghinaku, hah?” kataku sambil berdiri lalu berjalan menuju ruang kepala sekolah diikuti kedua sahabatku itu.

Author pov
TOK TOK TOK. Hyun Mi mengetuk pintu ruang kepala sekolah dengan takut-takut. “Masuk saja.” Sahut kepala sekolah dari dalam. Saat memasuki ruang tersebut Hyun Mi melihat ada seorang siswa laki-laki duduk membelakanginya. Dia tak tahu siapa laki-laki itu. “Oh, Hyun Mi rupanya.” “Ne. Ada apa kepala sekolah memanggilku?” tanya Hyun Mi. “Duduk dulu, aku ingin bicara.” kata kepala sekolah. Saat duduk di kursi sebelah laki-laki tersebut, betapa terkejutnya Hyun Mi karena laki-laki itu adalah Cho Kyuhyun. Seketika saja jantungnya berdebar tak karuan dan keringat dingin mengucur dengan derasnya. “Dengan melihat nilai matematikamu yang selalu mendapat nilai sempurna, aku ingin kau mewakili sekolah kita dalam lomba matematika bulan depan. Dan kau tidak sendirian, Kyuhyun akan menjadi partnermu. Kau bisa, kan?” tanya pak kepala sekolah -yang lebih terdengar seperti meminta-. “N n n ne, saya bisa.” jawab Hyun Mi terbata-bata. “Baiklah. Kalian akan diberikan pelajaran tambahan setiap hari sehabis pulang sekolah.” kata kepala sekolah. “Ne” jawab Kyuhyun dan Hyun Mi bersamaan. “Kalian bisa kembali ke kelas.” kata kepala sekolah lagi.

Kyuhyun pov
Betapa senangnya aku saat tahu Hyun Mi yang akan jadi partnerku dalam lomba matematika kali ini. Aku sungguh merindukanmu, Song Hyun Mi. Ku lihat ia sangat gugup saat duduk di sampingku. Apakah ia tidak mengingatku sama sekali? Tapi kurasa itu lebih baik daripada dia jadi membenciku karena mengingat kejadian itu. “N n n ne, saya bisa.” jawab Hyun Mi terbata-bata. Ku lirik ia sedikit. Ingin rasanya aku memeluknya karena ia mau mengikuti lomba ini, aku senang sekali. “Baiklah. Kalian akan diberikan pelajaran tambahan setiap hari sehabis pulang sekolah.” kata kepala sekolah. Uwooo~(?) rasanya sekarang aku ingin memeluk kepala sekolahku ini. Kau baik sekali. “Ne” jawab kami bersamaan. Hari ini adalah salah satu hari terbaik di hidupku. “Kalian bisa kembali ke kelas.” kata kepala sekolah lagi. Kamipun beranjak dan jalan bersamaan menuju pintu. Kenapa aku jadi gugup begini? hahaha. Saat ia hendak membuka pintu akupun juga melakukan hal yang sama. Kalian tahu? Tangan kami bersentuhan, dan tangannya terasa sangat dingin. Apakah ia sakit? “Mian” kataku sedatar mungkin, sanagt kontras dengan jantungku yang rasanya ingin meloncat(?) saking gugup dan senangnya. Ku lihat pipinya memerah. “Kyeopta” gumamku tanpa sadar. “Ehh?” tanyanya bingung. Aku harus jawab apa? Lebih baik aku diam dan pergi saja. ‘Cho Kyuhyun, kenapa kau dingin sekali padanya, hah!’ rutukku dalam hati.

@ Kantin Seoul Internasional High School

Hyun Mi pov
Tak terasa satu minggu sudah aku menjalani pelajaran tambahan bersama Kyuhyun. Apakah kalian tahu? Ternayata dia itu menyebalakan! Sangat sangat menyebalkan! Dia itu seperti es di kutub utara, dingin dan susah untuk didekati. Aku sudah mencoba untuk bersikap seramah mungkin dengannya tapi dia tak merespon sedikitpun. Tapi tak apalah, yang penting aku bisa menjadi lebih dekat dengannya. Sepertinya baru kemarin aku merasa sangat putus asa karena mimpiku tak kan bisa jadi nyata, tapi sekarang semua sudah berbalik 180°, setidaknya itu sangat menguntungkan bagiku. “Jooeun, coba cubit aku.” pintaku pada Jooeun yang ada di sampingku. “Ehh? Baiklah.” katanya lalu mencubitku dengan senang hati. “Awww! Appo!” ringisku. “Kan tadi kau yang memintaku mencubitmu. Bagaimana kau ini!” jawabnya sewot. “Ne ne ne. Rasanya seperti mimpi saja aku bisa dekat dengan Kyuhyun. Aku senang sekali.” kataku panjang lebar. “Chukkae, manfaatkan kesempatan ini dengan baik.” kata Jooeun bijak. “Tumben bicaramu benar” kataku sadis yang spontan saja mendapat jitakan darinya. “Awwww” ringisku. “Jangan asal bicara kau nona Song!” katanya penuh penekanan lalu kami tertawa bersama.

Dongahe pov
Ku lihat dari tempatku sekarang Hyun Mi sedang tertawa bersama Jooeun. Apakah ia sudah sembuh? Ahh, aku tidak tahan(?). Ku putuskan untuk menghampirinya. “Hyun Mi, kau sudah sembuh?” tanyaku. “Oh, Donghae. Aku sudah sembuh. Gomawoyo sudah menolongku. Jika tak ada kau, aku tak tahu lagi siapa yang akan menolongku. Kau memang sahabatku yang paling baik.” katanya panjang lebar dengan muka yang menggemaskan. Sahabat? Bisakah kau memandangku bukan sebagai sahabatmu, Hyun Mi-ya? Apakah perhatianku selama ini kurang jelas untuk menyampaikan perasaanku padamu? Kau yang terlalu bodoh atau bagaimana? #plakk. “Sudah seharusnya aku menolong sahabatku sendiri.” kataku sambil mengacak-acak rambutnya dan tersenyum lembut.

Author pov
Tanpa Donghae dan Huyn Mi sadari, dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang menatap mereka dengan tatapan tidak senang. Tampak jelas kemarahan terpancar dari kedua bola matanya yang hitam. Tangannya sudah terkepal kuat menahan amarah. Dari lubang hidungnya keluar asap tebal dan tidak ketinggalan tanduk merahpun juga keluar dari kepalanya *readers: emang Kyuhyun setan, thor? ǀ author: anggep aja begitu. #plakk #digampar*. “Sabar Kyu” kata seseorang di samping Kyuhyun mencoba menenangkan sahabatnya, orang itu tak lain adalah Lee Sungmin. “Berani-beraninya dia menyentuh Hyun Mi-ku” kata Kyuhyun penuh amarah. “Akan ku beri dia pelajaran.” kata Sungmin lalu berdiri dari kursinya sambil membawa segelas minuman dan berjalan menghamipiri Donghae. “Aduhh!” Sungmin pura-pura tersandung dan menyebabkan minuman yang dibawanya tumpah mengenai seragam Donghae. *Sungmin evil -_-v* Donghae tampak menahan amarah, tapi dia tak membalas apapun karena masih ada Hyun Mi disampingnya. “Mian, aku tidak sengaja.” kata Sungmin dan mencoba membersihkan seragam Donghae lalu ia mengedipkan sebelah matanya pada namja yang tengah memperhatikan mereka dengan menyungginggkan evil smilenya. Tak lupa namja itu, Kyuhyun, juga mengacungan jempolnya sambil berkata “Good job” tanpa suara. Tanpa Kyuhyun sadari ternyata Donghae tak sengaja melihatnya. Matanya memancarkan amarah yang amat besar. “Tunggu pembalasanku, Cho Kyuhyun!” ucapnya dalam hati.

TBC OR??
Gimana ffnya? Jelek yah? Udah aku duga -_-. Maklum, ini ff pertama author ._. Jeongmal kamshahamnida buat yang udah mau menyempatkan waktu buat baca ff jelek ini *emang ada yang baca? ._.* Bagaimana pendapat kalian tentang ff ini? Siapapun yang udah baca *sekali lagi gw nanya, emang ada Es? ><*, maupun buat yang gak baca #loh? Aku minta RCLnya untuk mengetahui dimana letak kekurangan ff ini. Sekali lagi, kamshahamnida 😀 *bow bareng Kyuhyun*.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s